Penguatan Kompetensi Pengelola Istana Maimun melalui Pelatihan Penulisan Konten Promosi Berbahasa Inggris Berbasis Warisan Budaya Melayu Deli
Keywords:
pelatihan bahasa Inggris, konten promosi, warisan budaya, Melayu Deli, pengelola wisataAbstract
Pemandu wisata memiliki peran strategis dalam membangun pengalaman wisatawan melalui penyampaian informasi yang komunikatif, akurat, dan berorientasi pada interpretasi budaya. Namun, hasil identifikasi kebutuhan pada pemandu wisata Istana Maimoon menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi Bahasa Inggris, penguasaan kosakata pariwisata, serta keterampilan menginterpretasikan warisan budaya Melayu kepada wisatawan mancanegara masih belum optimal. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kualitas pelayanan dan kepuasan wisatawan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemampuan komunikasi Bahasa Inggris berbasis warisan budaya Melayu bagi pemandu wisata Istana Maimoon sehingga mampu meningkatkan kualitas interpretasi budaya dan pelayanan kepada wisatawan mancanegara. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan analisis kebutuhan, penyusunan modul pelatihan, pelaksanaan pelatihan berbasis English for Tourism, heritage interpretation, storytelling, komunikasi lintas budaya, praktik lapangan, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Berdasarkan data simulasi yang digunakan sebagai contoh analisis, rata-rata nilai peserta meningkat dari 59,50 pada tahap pre-test menjadi 84,30 pada tahap post-test. Hasil observasi juga menunjukkan peningkatan pada aspek kelancaran komunikasi, penguasaan materi budaya Melayu, kemampuan storytelling, pelafalan, dan kepercayaan diri peserta. Selain itu, sebagian besar peserta memberikan respons sangat puas terhadap materi, metode, dan proses pendampingan selama pelatihan. Secara keseluruhan, program pelatihan menunjukkan potensi dalam meningkatkan kompetensi komunikasi profesional pemandu wisata sekaligus memperkuat kualitas interpretasi budaya Melayu sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan wisata heritage di Istana Maimoon. Ke depan, pelaksanaan program serupa perlu didukung oleh evaluasi berbasis data empiris dan pendampingan berkelanjutan agar dampaknya terhadap kepuasan wisatawan dan daya saing destinasi dapat diukur secara lebih komprehensif.
Downloads
References
Agustina, D., Sembiring, R., & Nasution, M. "Bilingual Tourist pocket book using QR code at Maimun Palace as an information medium for foreign tourist." Journal of Community Service (2024): 5(2), 145-146.
Badan Pusat Statistik. Statistik pariwisata Indonesia. Jakarta: Badan Pusat Statisktik, 2024.
Hutchinson, T., & Waters, A. The language of tourism: A sociolinguistic perspective. Wallingford, England: CAB International, 1996.
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. Rencana strategis Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Tahun 2020-2024. Jakarta: Kemenparekraf, 2023.
Kotler, P., Bowen, J. T., & Makens, J. C. Marketing for hospitality and tourism (7th ed). Boston: MA: Pearson, 2017.
Richards, G. "Cultural tourism: A review of recent research and trends." Journal of Hospitality and Tourism Management (2018): 36, 12-21.
Timothy, D. J., & Boyd, S. W. Heritage tourism. Harlow, England: Pearson Education, 2003.
United Nations Development Programme. Capacity development: A UNDP primer. New York: United Nations Development Programme, 2009.
United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization. Convention for the safeguarding of the intangible cultural heritage. Paris, France: UNESCO, 2003.
United Nations World Tourism Organization. Tourism and culture synergies. Madrid, Spain: UNWTO, 2018.
—. World tourism barometer. Madrid, Spain: UNWTO, 2023.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Kiki Wardana, Hendra Mulia, Misla Geubrina, Vinya Hafizah Arini, Siti Aisyah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












.png)

1.png)




